Beranda » Artikel » Museum Topeng, Wisata Edukasi di Bali
Siapa bilang Bali tidak punya wisata edukasi ?…
Museum Topeng misalnya. Terletak di Gianyar, Bali tempat ini menjadi alternatif untuk mengisi libur tiba.

 

Bali tidak hanya menawarkan keindahan alam dan pantainya yang begitu indah mempesona. Di Bali, sebuah pulau yang sarat akan keberagaman dan agama hindu yang kental terasa, tak menghilangkan jejak-jejak untuk tak mengagumi sejarah. Ya, wisata topeng salah satunya. Meski tak terlalu difavoritkan dan menjadi primadona wisatawan, jangan salah tempat ini justru menjadi rujukan bagi setiap orang untuk menghabiskan akhir pekan di tempat ini. Bagaimana tidak, museum topeng yang berada di Bali merupakan museum topeng yang boleh dibilang lengkap di wilayah bagian timur Indonesia. Apalagi, penggunaan topeng di Bali terbilang hampir menjadi bagian dari rutinitas. Banyaknya warga setempat yang menggunakan topeng untuk kegiataan keagamaan ataupun kebudayaan daerah, membuat pemerintah provinsi merealisasikan museum topeng di Bali.

Sisi Lain Museum Topeng di Gianyar, Bali

Bagi sebagian orang, topeng menjadi daya tarik karena memiliki bentuk, warna, dan corak serta keunikan tersendiri yang berbeda dari barang-barang penutup wajah lainnya. Tapi, hal itu berbeda dengan masyarakat di Bali. Penggunaan topeng untuk kegiataan kesenian kerap kali dilakukan. Meski telah menjadi tradisi turun-temurun yang dilakukan, rupanya penggunaan topeng juga sebagai bagian dari salah satu langkah yang ditempuh untuk menjaga kelestarian kebudayaan daerah. Sebagaimana kita tahu, topeng-topeng dari Indonesia memiliki ragam dan corak bentuk yang hampir sama tapi tak serupa dari negara tetangga. Tak hanya itu saja, di Bali keyakinan penggunaan topeng juga bagian dari sebuah peribadatan. Terlepas dari itu semua, museum topeng yang berdiri kokoh di Bali juga merupakan sebuah saksi bisu dimana banyak sekali peninggalan-peninggalan topeng dari jaman dahulu hingga topeng masa kini.

Di Bali, museum topeng memiliki nama Rumah Topeng dan Wayang Setia Darma (RTWSD). Tempat ini merupakan salah satu museum dimana berbagai macam jenis topeng dan wayang dari berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Meskipun Indonesia menjadi penyumbang terbesar dari berbagai koleksi di tempat ini, ada juga beberapa negara lainnya yang menjadi asal dari topeng dan wayang. Berbicara topeng, rasanya tak bisa dilepaskan dari negara kita sebagai salah satu negara yang menjunjung tinggi kebudayaan sendiri. Tak pelak, 1200 jenis topeng dari total keseluruhan 5900 koleksi topeng yang dipajang di rumah topeng ini berasal dari Indonesia. 1200 topeng pun asalnya beragam. Ada yang dari Sumatera, Jawa, peninggalan walisongo, topeng-topeng kesenian khas sunda dan era peninggalan batavia, keraton solo, kesultanan maluku, topeng-topeng kerajaan kerajaan islam di sulawesi, dan masih banyak lainnya yang menjadi daya tarik para wisatawan. Di tempat ini mereka bisa belajar karena keterangan setiap topeng yang dipajang terbilang rinci. Tahun pembuatan, asal daerah topeng, serta siapa yang pernah memakai topeng tersebut pun menjadi penjelasan singkat di catatan kaki topeng-topeng yang dipajang. Sedangkan yang dari luar negeri topeng-topeng yang dipajang berasal dari China, Jepang, Vietnam, Eropa, dan Amerika yang memiliki corak topeng berbeda. Di tempat ini juga tersedia topeng-topeng yang pernah dipakai dalam serial drama teater di Eropa.

Sang Pendiri museum topeng atau rumah topeng dan wayang setia darma (RTWSD), Hadi Sunyoto menuturkan berdirinya tempat ini karena berawal dari rasa simpatik akan ketidakpedulian masyarakat sekitar terhadap dunia seni yang kini perlahan-lahan mulai memudar dan ditinggalkan para pecintanya. Mulai diresmikan sejak tahun 2006, tempat ini dalam sekejap menjadi pusat peneliti para pecinta topeng yang ingin memahami berbagai macam seluk beluk tentang topeng dan juga wayang. Hadi mengaku ingin kembali melestarikan kebudayaan sendiri yang kini mulai jarang ditemukan dan tergusur oleh topeng-topeng berbentuk animasi yang sama sekali tak memiliki manfaat bagi keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. RTWSD di Bali berdiri di atas lahan seluad 1,4 hektar dimana di dalam lahan tersebut banyak sekali topeng-topeng dan wayang kuno peninggalan penjajah yang masih bagus terlihat meski sudah menginjak usia ratusan tahun. Tetapi, meski terbilang museum ataupun rumah tempat ini justru jauh dari kedua hal tersebut. Bentuk bangunannya saja dibuat minimalis bak sebuah tempat yang menyimpan berbagai macam peninggalan berharga yang harus dirawat dan dijaga. Memiliki fasilitas ruang baca dan pusat informasi serta konektivitas internet atau wifi yang cukup cepat, menjadi salah satu nilai tambah mengapa banyak yang ingin berkunjung dan belajar tentang dunia seni. Dari sinilah kepedulian dan kepekaan kita terhadap kesenian daerah harus terus terpupuk dan tetap dijaga. Bukan hanya sekedar melestarikan dan menjaga kesenian daerah, museum topeng di Gianyar Bali juga menjadi salah satu tempat yang bisa digunakan untuk anak-anak muda agar bisa memperkenalkan hasil seni dan kerajinan tangan buatan Indonesia. Dengan begitu, kita akan menjadi negara yang kaya akan ragam budaya dan kesenian daerahnya.

Sebagai informasi tambahan untuk mengunjungi museum topeng anda tidak dikenakan biaya alias gratis. Namun diakhir kunjungan anda mengelililingi komplek museum anda akan menemukan sebuah kotak donasi serta buku tamu, dipersilahkan bagi anda yang ingin memberikan donasi untuk kelancaran operasional museum seikhlasnya serta jangan lupa untuk mengisi buku tamu serta menuliskan pesan dan kesan anda selam mengunjungi Museum Topeng ini.

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.