Beranda » Artikel » Wisata Mangrove di Bali, Sensasi Rasa Beda di Pulau Dewata

Wisata mangrove di Bali memang tak seterkenal pantai kuta, yang terkenal dengan keindahan alamnya yang memanjakan mata. Tapi, disini sensasinya beda.

Selama ini, yang terkenal dari pariwisata Indonesia adalah keindahan alam Pulau Bali yang disuguhkan dengan nuansa yang berbeda. Terletak di timur pulau Jawa, Bali menjadi pulau yang paling menjadi primadona dan paling diburu oleh para wisatawan dalam dan mancanegara. Rasanya, belum sah jika sudah mengelana di dunia tapi belum bisa melihat surga di timur Indonesia. Ya, sematan nama surga rasanya pantas untuk semua keindahan dan panorama alam yang ditunjukkan Bali. Menjadi ikon pariwisata Indonesia, Bali rupanya tak hanya menonjolkan kemolekan pantai dan tebingnya yang sanggup membuat wisatawan berlama-lama. Bali kini memiliki daftar wisata lainnya yang tak kalah memukau dan mewahnya. Wisata mangrove kini menjadi salah satu wisata baru di Bali yang justru menjadi tempat berburu para pelancong untuk mengabadikan berbagai momen di tempat itu.

Wisata Mangrove, Hutan rasa Pantai

Saat ini, berwisata ke mangrove menjadi salah satu alternatif para wisatawan dalam dan luar negeri untuk menikmati keindahan alam pulau dewata dari rasa yang berbeda. Mengapa disebut demikian? Karena wisata mangrove di pulau dewata menawarkan sensasi yang berbeda ditimbang memburu sunset di kuta. Meski sunset di kuta terbilang menawan, melihat matahari terbit di tempat ini justru membuat hati tertawan. Rimbunnya pohon bakau beserta akar-akarnya yang menjulang keatas menutupi langit-langit kota Bali, dan jembatan sepanjang 3 km yang menjadi pemisah pohon-pohon tersebut, membuat berwisata ke daerah ini akan merasakan sensasi berada di pulau pribadi. Suara yang tenang dan keadaan sekitar yang cukup sepi serta pemandangan bisa melihat pantai kuta dari kejauhan dibalik semak belukar pohon, tentu menjadi hal yang takkan Anda lupakan. Apalagi, melewatkan matahari terbit yang akan muncul malu-malu dari balik pepohonan rimbun, rasanya akan menjadi hal yang wajib Anda saksikan meski hanya sekali seumur hidup.

Tak hanya itu saja, luas lahan tempat ini terbilang cocok untuk menjadi rumah bagi para ribuan tanaman bakau yang tumbuh dengan subur di tepi pantai. Dengan luas 1.300 hektar, wisata mangrove yang terletak disisi jalan keramaian menjadikan polusi udara dengan cepat berkurang. Jarak untuk bisa sampai ke tempat ini tak memerlukan tenaga ekstra, karena hanya memakan waktu sekitar 10 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Berada di by pass Ngurah Rai kota Bali, dan masuk dalam kecamatan Badung tepat 100 meter sebelah Dewa Ruci membuat tempat ini dengan mudah ditemukan tanpa harus banyak bertanya pada warga sekitar. Apalagi, rute penunjuk jalan di Bali sangat lengkap dan tersedia dalam dua bahasa, sehingga para pelancong pun tak mengalami kesulitan berarti untuk sampai ke tempat ini. Meskipun dekat dengan pusat kota, tapi tempat wisata yang satu ini justru memiliki suasana yang sangat sejuk dan sama sekali tak terdengar ramainya lalu lalang kendaraan yang berseliweran memenuhi jalanan di Badung. Yang ada adalah suara ombak hempasan abrasi yang membentur tebing hutan bakau serta burung-burung merpati kecil yang kerap kali berkeliaran menjadi daya tari tersendiri.

Apalagi, wisata mangrove yang berada di Bali ini berbeda dengan wisata mangrove di daerah-daerah lain di Indonesia. Terletak di bibir pantai dan berhadapan langsung dengan samudera hindia di sebelah selatan, menjadikan tempat ini kini menjadi populer. Apalagi, penyedia wisata kini menyediakan gazebo di beberapa sudut-sudut tertentu yang mempunyai view menarik dan indah. Dari gazebo inilah, para wisatawan bisa melihat sudut lain tentang keindahan pulau Dewata. Dengan feel berwisata serasa di hutan tapi suasana pantai, layaknya hanya bisa ditemui di tempat ini. Ditambah dengan beberapa spot lainnya tak hanya gazebo yang memiliki pemandangan yang tak kalah indahnya. Spot-spot yang bisa ditemui contohnya adalah spot untuk melihat matahari terbit dan terbenam yang berhadapan dan ditemani dengan rimbunan pohon bakau yang daunnya begitu cocok dijadikan latar pemotretan. Spot-spot indah lainnya juga biasa digunakan untuk kegiatan sesi prewedding, pasca wedding, karena memiliki sensasi rasa yang berbeda. Namun, bagi Anda yang ingin mengunjungi tempat ini jangan khawatir dengan biaya masuk lokasi ini. Tempat ini terbilang cukup murah dibandingkan dengan wisata-wisata lainnya di Bali yang punya mahar tinggi. untuk menikmati keindahan di setiap sudut tempat ini, Anda hanya perlu merogoh uang sebesar 10 ribu per orang. Harga parkirnya pun hanya perlu dibayar cukup dengan 2 ribu rupiah saja. Tapi tentu, harga 10 ribu per orang akan berbeda ketika Anda ingin melakukan prewedding dimana para pengunjung yang ingin melakukan sesi pemotretan ini dikenakan biaya sebesar 300 ribu untuk semua crew foto dan pasangan pengantin. Murah, kan? Jadi, selamat berlibur dan menikmati sensasi yang berbeda ketika di wisata mangrove Bali.

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.